Angin laut yang terus berbisik di Teluk Bidara ini adalah bicara tentang kehidupanku. Di sinilah sewaktu kecil, aku lelah bermain-main mengejar ombak dan anak-anak ketam yang sedang berlarian di pasir pantai. Di sini jugalah, aku akan terus berbicara tanpa jemu tentang laut, ikan, sotong, udang, si camar, terumbu karang, ombak badai, gelombang laut, sang helang berdada merah dan tentang segunung harapan di hatiku. Di pantai Teluk Bidara inilah angin dari Laut China Selatan akan terus berbisik tanpa henti. - Upenyu
Showing posts with label Sungai Rambai Melaka. Show all posts
Showing posts with label Sungai Rambai Melaka. Show all posts

Sunday, March 23, 2014

PUISI DOAKAN MH370 - AIR MATA KAMI UNTUK MH370



Assalamualaikum.

Saya telah dijemput oleh Kumpulan Penulis Muda (IPM - Ikatan Persuratan Melayu) untuk membaca puisi pada “Malam Gema Puisi Doa dan Harapan MH370 Sungai Rambai” pada 22 Mac, 2014 di Laman 1 Belia Sungai Rambai, Melaka. Berikutan adalah puisi yang telah saya deklamasikan pada malam itu.


Air Mata kami Untuk MH370


Tuhan
Air mata ini
yang mengalir dari hati kami
adalah bicara tulus
seungkap doa setulus rasa
dari hamba mu yang hina
ketika bibir kami
tidak lagi mampu berbicara


Tuhan
Air mata ini
yang  mengalir di bening pipi kami
adalah secebis puisi resah
gundah
terlahir dari kedaifan kami
memohon belasMu
buat mereka agar  segera pulang


Tuhan
Air mata ini
kami utuskan hingga langit ketujuh
Mohon didengari
semoga yang terukir di ranting arasyi itu
bukan tentang kedukaan
bukan tentang penderitaan
tapi hanyalah tentang  rinduMU
pada zikir-zikir
yang telah lama kami abaikan


Tuhan
Air mata ini
yang gugur membasahi bumi
adalah sujud sembah kami
agar kau kirimkan senyuman buat kami
yang dambakan kembali hangat dakapan mereka


Tuhan
Air mata ini
yang terus mengalir dari keresahan
adalah penyerahan sepenuh jiwa raga kami
pada keesaanMu
jadikanlah kami hamba yang redha
pada setiap musibat yang Engkau
ujikan kepada kami
moga kami tidak lagi alpa


Tuhan
Bicara apa lagi yang mampu kami utuskan
setelah kering jua setiap patah-patah kata kami
yang tinggal berbicara adaah air mata


-       -   Upenyu, Sungai Rambai, Melaka 22 Mac 2014