Angin laut yang terus berbisik di Teluk Bidara ini adalah bicara tentang kehidupanku. Di sinilah sewaktu kecil, aku lelah bermain-main mengejar ombak dan anak-anak ketam yang sedang berlarian di pasir pantai. Di sini jugalah, aku akan terus berbicara tanpa jemu tentang laut, ikan, sotong, udang, si camar, terumbu karang, ombak badai, gelombang laut, sang helang berdada merah dan tentang segunung harapan di hatiku. Di pantai Teluk Bidara inilah angin dari Laut China Selatan akan terus berbisik tanpa henti. - Upenyu

Saturday, July 27, 2013

CERPEN :SEKEPING POTRET(DRAFT)

Sekeping Potret 
Karya Upenyu




“Potret ini tidak akan pernah siap. Potret ini adalah tentang amarahku, dan merah itu adalah apinya, tidak pernah terpadam.”

Sekeping potret seorang perempuan muda berbaju kebaya yang duduk menyamping di kerusi kayu telah tergantung hampir enam bulan di dinding galeri lukisku, galeri lukis yang sebenarnya hanyalah sebuah lot kedai bersaiz kecil dan tersisih di laluan kaki lima sebuah pasar raya. Tiada siapa yang peduli tentang sekeping potret separuh siap ini sehinggalah datang  seorang gadis yang bertanya tentangnya.

“Potret ini…..?”

Jari jemariku yang tadinya asyik mengadunkan warna-warna untuk dicurahkan ke atas kanvas putih terhenti seketika mendengar pertanyaannya. Seingat aku telah beberapa kali gadis ini datang ke galeriku. Menatap potret ini dengan sepasang mata harap kemudian tanpa sepatah kata terus berlalu pergi. Hari ini peliknya, ia mula bertanya tentang potret ini.

“Potret ini, masih belum siap? Kenapa? Dan warna merah ini….” Soalnya lagi.

Belum sempat menjawab pertanyaannya, dua orang lelaki setengah usia tiba-tiba melangkah masuk ke galeriku sambil memerhatikan beberapa lukisan yang ada terpamer. Berbisik-bisik sesama sendiri kemudian terus keluar tanpa sepatah kata. Perkara biasa sahaja bagi aku. Aku tidak ambil kisah kalau mereka sekadar datang dan terus berlalu pergi seperti itu. Memang sahaja karya aku tidak sehebat karya-karya pelukis mampan tanahair.

“Perempuan dalam potret ini menyerupai seseorang yang saya kenal. Kalau saya boleh bertanya, siapakah perempuan dalam potret abang ini?”

Gadis itu menyambung semula pertanyaannya bersungguh. Namun ada riak keresahan terpamer di wajahnya.  Seolah-olah ada sesuatu yang sedang membuak-buak di hatinya menunggu saat untuk dilontarkan keluar. Sengaja aku biarkan pertanyaan gadis itu berlalu tanpa jawab. Aku kembali mengadunkan warna-warna yang tadinya tertangguh sebentar.

                “Potret ini adalah tentang dendam seorang lelaki. Begitu?”

Aku mengalihkan pandanganku ke arah gadis itu. Dia berpaling membalas pandanganku dengan satu senyuman membelakangkan potret itu. Aku tiba-tiba terkesima. Tubuhku sedikit tergetar. Aku mulai tersedar, wajah gadis itu sama dengan perempuan dalam potret itu. Mereka memang mirip. Aku seperti tercampak ke dalam kesunyian yang mendadak hadir, yang mula-mulanya lembut, namun mulai bergelora, menghempas-hempaskan amarahku.

“Perempuan itu bukan sesiapa. Ia hanya satu imiginasi sang pelukis tentang wajah sebuah kesengsaraan.” Balasku keras.


********


“Perempuan dalam gambar ini mungkin ibu kandungmu, perempuan yang mengandung dan melahirkanmu. Ada tertulis nama Rahimah di belakang potret ini. Potret ini ditemui bersama-samamu dahulu.” Ujar ibu.

Apa peduliku dengan perempuan itu? Pada Ibu kandung yang melahirkanku, lalu mencampak diriku sebaik aku melihat dunia. Aku tak perlu peduli. Kalau perempuan ini tidak mengingini aku, aku telah punya ibubapaku menyayangiku tanpa beza.

Seusia aku 15 tahun, aku mula bertanya kepada ibu dan ayah. Mengapa nama ayah dalam kad pengenalanku tidak sama dengan nama ayah. Walau ibu berulang kali berusaha mengelak untuk menjawab, tapi desak demi desakan dari ku membuatkan ibu akhirnya akur. Lima belas tahun perkahwinan tanpa zuriat, kedua ibubapaku memutuskan mengambil seorang anak angkat lalu aku diambil dari sebuah rumah kebajikan Menurut ibu, pegawai di rumah kebajikan menyatakan aku dijumpai di sebuah surau pada waktu jemaah selesai menunaikan solat subuh.

“Hapuskan dendam dihatimu, anakku. Carilah ibu kandungmu yang sebenar.” Pesan ibu.

Hanya sekeping potret usang yang sudah kekuningan sahaja yang mampu bercerita tentang ibu kandungku yang sebenar. Wajah seorang perempuan yang membuatkan aku menanggung kesepian yang terpendam.  Mungkin dengan melukis semula potret perempuan ini boleh menghapuskan dendam amarahku. Namun setelah enam bulan berlalu, lukisan potret ini masih belum dapat aku siapkan. Mungkin dendam yang menghalangku dari menyiapkannya, lalu kubiarkan sahaja ia tergantung di dinding galeri lukisku.




***
Nota Penulis: Cerita seterusnya, tunggulah bila ia tersiar di media. Terima kasih kerana sudi membaca.

2 comments:

  1. Cerpen yang meninggalkan kesan yang dramatik. Tak sabar saya nak baca kisah selanjutnya.

    ReplyDelete
  2. Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini IBU PUSPITA seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar ibu hayati yg dari honkong tentan MBAH KABOIREN yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus,kini saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH KABOIRENG dan jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 085-260-482-111,saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui MBAH KABOIRENG saya juga sudah bisa sesukses ini dan jangan mudah percaya kepada MBAH yg lain selain MBAH KABOIRENG karna saya juga pernah mengalami yg namanya dibohongin sama para normal yg lain,ini bukan rekayasa dari saya melainkan ini kisah nyata dari seorang TKI,jangan ada percaya klau ada yg memakai pesan ini klau bukan atas nama saya krna itu cuma bohan dan ini resmi saya yg menulis.Untuk yg punya rum erimakasih atas tumpangannya. KLIK _ GHOB _ 2D 3D _ 4D _ 6D _ DISINI












    Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa saya ini IBU PUSPITA seorang TKI dari malaysia dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar ibu hayati yg dari honkong tentan MBAH KABOIREN yg telah membantu dia menjadi sukses dan akhirnya juga saya mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor toto 6D dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus,kini saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH KABOIRENG dan jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 085-260-482-111,saya juga tidak lupa mengucap syukur kepada ALLAH karna melalui MBAH KABOIRENG saya juga sudah bisa sesukses ini dan jangan mudah percaya kepada MBAH yg lain selain MBAH KABOIRENG karna saya juga pernah mengalami yg namanya dibohongin sama para normal yg lain,ini bukan rekayasa dari saya melainkan ini kisah nyata dari seorang TKI,janan ada percaya klau ada yg memakai pesan ini klau bukan atas nama saya krna itu cuma bohon dan ini resmi saya yg menulis.Untuk yg punya rum erimakasih atas tumpangannya. KLIK _ GHOB _ 2D 3D _ 4D _ 6D _ DISINI

    ReplyDelete