skip to main |
skip to sidebar
Di puncak inipernah kita ukir janjisambil bercerita tentang cintalewat setelah gerimis berlalutika jejarimu dan jejariku jadi satuDi puncak inikita pernah lagukan rindu hijau rumput jadi hamparanalas mengulit mimpi kitasambil didakap kabus cemburutakala dingin menjadi saksiDi puncak iniakhirnya aku sendirimemadam rindumemadam janjimemadam mimpimengutip sisa air matabila cintakau balutinyadengan lukadengan dustaDi puncak inirinduku kembali mengamit-
Kundasang, Sabah 11 November 2000
*Antara puisi terawal.
Gema gelodak rindumu jadi resah serigala betinameraung cinta dengan serakahmencarik dadaku dengan kuku hinggá tercalar dengan lukaWaktu kau baring di dadakurindumu mengigit tiap sendimelumpuh segenap nafashingga merah rusuk kirikuKau nikmati gelora rindu dengan rakus bibir merekahhingga tengelam riuh alam saat mengalir rindu berhambur Rayuan sepi gerimis malambiar terisi ruang kosonghaus pada hangat titis kasihagar rerumput tertumbuh segarBukanlah aku perlu tegak untuk santapan dewi syurgakelak ranting diri jadi apikita rentung terbakar cinta terhumban jadi neraka
- Teluk Bidara
image by http://www.yale.edu/seas/WesWayang.jpg
Sepasang baju pengantin kita
terlipat kemas di gerobok kayu
Masih
sebiru seperti kelmarin
seharum renjisan mawar
sehangat malam pertama
6205 hari di bulan November
kita masih berdakap cinta
Sekali lagi tuhan
terima kasih
untuk anugerah yang terindah
- 15/11/2009 Shah Alam
Image by Upenyu