Wednesday, November 25, 2009

Rindu kembali mengamit



Di puncak ini
pernah kita ukir janji
sambil bercerita tentang cinta
lewat setelah gerimis berlalu
tika jejarimu dan jejariku jadi satu

Di puncak ini
kita pernah lagukan rindu
hijau rumput jadi hamparan
alas mengulit mimpi kita
sambil didakap kabus cemburu
takala dingin menjadi saksi

Di puncak ini
akhirnya aku sendiri
memadam rindu
memadam janji
memadam mimpi
mengutip sisa air mata
bila cinta
kau balutinya
dengan luka
dengan dusta

Di puncak ini
rinduku kembali mengamit




- Kundasang, Sabah 11 November 2000

*Antara puisi terawal.


Friday, November 20, 2009

Rindumu Serakah


Gema gelodak rindumu
jadi resah serigala betina
meraung cinta dengan serakah
mencarik dadaku dengan kuku
hinggá tercalar dengan luka

Waktu kau baring di dadaku
rindumu mengigit tiap sendi
melumpuh segenap nafas
hingga merah rusuk kiriku

Kau nikmati gelora rindu
dengan rakus bibir merekah
hingga tengelam riuh alam
saat mengalir rindu berhambur

Rayuan sepi gerimis malam
biar terisi ruang kosong
haus pada hangat titis kasih
agar rerumput tertumbuh segar

Bukanlah aku perlu tegak
untuk santapan dewi syurga
kelak ranting diri jadi api
kita rentung terbakar
cinta terhumban jadi neraka


- Teluk Bidara


image by http://www.yale.edu/seas/WesWayang.jpg

Saturday, November 14, 2009

Baju Pengantin Kita




Sepasang baju pengantin kita
terlipat kemas di gerobok kayu

Masih
sebiru seperti kelmarin
seharum renjisan mawar
sehangat malam pertama

6205 hari di bulan November
kita masih berdakap cinta

Sekali lagi tuhan
terima kasih
untuk anugerah yang terindah


- 15/11/2009 Shah Alam

Image by Upenyu