Wednesday, November 11, 2009

Kita kian jauh




Kita makin jauh
terhumban oleh ombak

ketika mesra meniti laut luas
lambaian hilang
dalam kabus merah


Jejak-jejak kita pun terhapus

dilewat malam gerimis menangis
takdir enggan bersimpati
pada titik koma

hanya rumpun tegar
berkirim doa harapan


Kita terus juga bersapa puisi
lembut bayu jadi salju beku
mengiring jiwa yang kekeringan rasa
dingin pagi pun resah berlari pergi
berteman detik-detik yang tersisa
terhambat kejam pada panas matahari
rindu kian berundur selangkah bisu
sepi datang kembali lagi berhambat
cinta perlahan kehilangan rindu

Kita sorot semula helaian kitab silam
lama terlupakan dalam gerobok usang
mari kita bertasbih dengan mentera cinta
moga terdampar dalam lena rindu semalam



- Teluk Bidara

No comments:

Post a Comment